Jaringan Tumbuhan – Organ Tumbuhan

Bagikan melalui:
Organ Tumbuhan - Risnaldy
PELAJARI BERBAGAI BIDANG ILMU
BIOLOGI
KIMIA

Organ tumbuhan adalah kumpulan beberapa jaringan yang secara bersama-sama melakukan tugas tertentu pada tumbuhan. Organ-organ pokok tumbuhan yang bersifat vegetatif, terdiri atas akar (radiks), batang (kaulis), dan daun (folium). Sel memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi tumbuhan utuh jika mendapat nutrisi dan lingkungan tumbuh yang sesuai. Teori ini  dikenal sebagai teori totipotensi dan menjadi dasar kultur.

KOMPETENSI DASAR
3.3 Menganalisis keterkaitan antara struktur sel pada jaringan tumbuhan dengan fungsi organ tumbuhan
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI :
3.3.10. Menganalisis hubungan jaringan penyusun serta fungsinya pada organ tumbuhan
3.3.11. Menjelaskan fungsi organ tumbuhan
3.3.12. Mengaitkan sifat totipotensi pada kultur jaringan tumbuhan

ORGAN POKOK PADA TUMBUHAN

Akar

Berdasarkan asalnya, akar dibedakan menjadi dua macam, yaitu akar primer (akar normal) dan akar liar. Akar primer tumbuh sejak embrio hingga tumbuhan mati, berfungsi menegakkan tumbuhan serta menyerap air dan garam-garam mineral. Akar liar muncul dari batang, daun dan jaringan lainnya, dapat bersifat permanen atau temporer, serta dapat tumbuh mencapai tanah atau tidak sampai menyentuh tanah. Akar liar berfungsi menyerap air atau mengalami modifikasi menjadi organ untuk merayap, menopang dan sebagai haustoria (akar pada tumbuhan parasit). Secara umum, akar terdiri atas tudung akar, epidermis, korteks, endodermis, dan stele.

Anatomi akar dapat diamati dengan cara melakukan pemotongan akar secara melintang. Urutan dari luar ke dalam, struktur anatomi akar terdiri atas epidermis, korteks, endodermis, dan silinder pusat (stele).

Organ Tumbuhan - Penampang Akar Tumbuhan - Risnaldy
Gambar 1. Penampang Akar Tumbuhan

Berikut ini pembahasan jaringan penyusun pada akar yaitu:

Epidermis

Epidermis merupakan lapisan penutup luar yang terdiri atas selapis sel berdinding tipis yang berlapis kutikula dengan susunan yang rapat. Pada lapisan ini, sel-sel berdiferensiasi membentuk rambut-rambut akar yang tersusun dari satu sel yang memanjang yang berfungsi untuk memperluas permukaan bagian penyerapan akar dan untuk pegangan akar pada tanah. Pada spesies tertentu, rambut akar berkembang dari sel khusus di daerah epidermis. Sel ini disebut trikoblast. Epidermis akar biasanya dijumpai saat akar masih muda. Apabila akar sudah dewasa, epidermisnya telah mengalami kerusakan dan fungsinya digantikan oleh lapisan terluar dari korteks yang disebut eksodermis.

Korteks

Lapisan korteks tersusun atas sel-sel parenkim yang berdinding tipis dan tersusun longgar sehingga banyak terdapat ruang antarsel. Sel-sel parenkim tersusun dalam bentuk silinder. Lapisan sklerenkim biasanya dijumpai pada akar tumbuhan monokotil. Kolenkim sangat jarang dijumpai pada akar. Lapisan terluar dari korteks kadang-kadang berdeferensiasi menjadi lapisan eksodermis yang dinding sel-selnya mengalami penebalan dengan zat suberin. Lapisan terdalam dari korteks biasanya berdeferensiasi menjadi endodermis.

Endodermis

Lapisan ini sebenarnya merupakan sel korteks terdalam yang terdiri atas sel-sel berbentuk kotak dan tersusun rapat tanpa rongga antarsel. Lapisan endodermis disebut juga lapisan floeterma atau sarung amilum karena mengandung butiran-butiran amilum. Sel-sel ini membentuk silinder yang membungkus jaringan pembuluh. Sel-sel endodermis mempunyai ciri khusus, yaitu adanya pita caspary.

Pita caspary merupakan penebalan dinding sel setempat dan pengendapan suberin dan lignin. Pita caspary ini tidak tembus air dan zat-zat terlarut lainnya. Air dan zat-zat terlarut yang melewati endodermis harus melalui protoplasma yang melekat pada pita caspary dan melalui dinding sel yang letaknya sejajar dengan silinder pusat. Pada lapisan endodermis juga ditemui lapisan yang mengalami penebalan zat gabus. Penebalan tersebut membentuk huruf U, sehingga disebut sel U. Sel ini bersifat impermiabel sehingga tidak dapat dilalui air. Sel-sel endodermis yang terletak segaris dengan xilem tidak mengalami penebalan sehingga dapat dilalui air dan zat yang terlarut. Sel-sel ini disebut sel penerus atau peresap

Silinder Pusat atau Stele

Lapisan silinder pusat merupakan lapisan terdalam yang terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut;

  • Perisikel atau Perikambium

Perisikel merupakan lapisan terluar dari stele, sehingga letaknya langsung berada di sebelah dalam dari lapisan endodermis dan di sebelah luar dari berkas pengangkut. Lapisan ini masih bersifat meristematis sebagai titik awal tumbuhnya primordia akar ke arah samping (cabang akar/akar lateral). Pertumbuhan cabang akar ini bersifat  endogen

  • Berkas Pengangkut (Xilem dan Floem)

Pada akar dikotil, antara xilem dan floem menyebabkan terjadinya pertumbuhan sekunder. Jaringan sekunder yang terbentuk oleh kambium adalah xilem sekunder yang terletak di sebelah luar xilem primer dan floem sekunder yang terletak disebelah dalam floem primer. Xilem sekunder dan floem sekunder ini banyak mengandung serabut.

  • Jari-Jari Empulur

Lapisan jari-jari empulur tersusun atas jaringan parenkim. Pada struktur akar tumbuhan dikotil dan monokotil terdapat beberapa perbedaan.

Batang

Batang adalah organ tumbuhan yang berfungsi untuk menegakkan tubuh tumbuhan. Selain itu, batang berfungsi menghubungkan bagian akar dan daun. Pada batang terdapat tempat munculnya daun yang disebut buku (nodus). Pada setiap buku dapat ditemukan satu, dua, atau lebih daun. Jarak buku yang satu dengan yang lainnya disebut internodus.

Batang memiliki susunan jaringan epidermis, korteks batang, dan silinder pusat (stele). Bagian batang sebelah luar dibatasi oleh selapis sel rapat yang memiliki bentuk yang khas, memiliki sel penjaga, idioblas, dan berbagai tipe trikom. Pada tahun pertama, epidermis pada batang digantikan oleh lapisan gabus.

Jaringan Penyusun Batang

Epidermis

Terdiri atas selapis sel yang tersusun rapat dan tidak mempunyai ruang dermis yang terdapat di atas permukaan sering dilapisi kutikula.Jika pada batang terjadi pertumbuhan sekunder, epidermis akan pecah dan terbentuk lapisan gabus yang sering kali juga pecah sehingga membentuk lentisel.

Korteks

Sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak ruang antarsel yang penting untuk pertukaran gas.

Endodermis

Tersusun atas selapis sel yang mempunyai bentuk khas. Pada Angiospermae sel-sel endodermis mengandung banyak tepung yang sering disebut sebagai sarung tepung.

Stele (Silinder Pusat)

Terdapat jaringan partikel empulur, dan pembuluh angkut.

Organ Tumbuhan - Penampang Melintang Batang Monokotil dan Dikotil - Risnaldy
Gambar 2. Penampang Melintang Batang Monokotil dan Dikotil

Susunan Anatomi Batang Monokotil

Epidermis tanaman monokotil memiliki dinding sel yang tebal. Di bawah epidermis terdapat jaringan tipis yang terdiri atas jaringan sklerenkim yang merupakan kulit batang. Kulit batang berperan memperkuat dan mengeraskan bagianluar batang. Ikatan pembuluh menyebar di seluruh batang, tetapi yang paling banyak pada daerah yang mendekati kulit batang. Ikatan pembuluh floem berdampingan dengan xilem yang dikelilingi sklerenkim. Tipe ikatan pembuluh ini disebut vibrovassal. Pada monokotil tidak terdapat kambium. Jadi, pertumbuhan yang terjadi hanya memanjang untuk memperbesar batang melalui pembentukan rongga reksigen sehingga pembesaran batang sangat terbatas. Berbeda dengan batang dikotil, anatomi atau struktur batang monokotil muda dan monokotil tua memiliki struktur yang persis sama.

Susunan Anatomi Batang Dikotil

Anatomi batang tumbuhan dikotil terdiri atas kulit kayu, kayu, dan empulur. Empulur sangat sulit ditemukan pada batang kayu yang tua. Kulit kayu bagian terluar memiliki epidermis. Pada bagian epidermis terdapat kambium gabus (felogen). Felogen yang bekerja ke arah luar untuk membentuk lapisan gabus yang menutupi epidermis dinamakan felem, sedangkan yang bekerja ke arah dalam dinamakan feloderm. Kelompok sel epidermis yang tidak tertutupi zat gabus dinamakan lentisel yang berfungsi untuk penguapan dan pertukaran gas. Pada kulit kayu terdapat jaringan parenkim, jaringan penyokong, berkas floem, buluh floem, sel pengiring, dan parenkim floem. Jaringan sklerenkim merupakan penyusun serabut floem.

Berkas pembuluh floem letaknya berdampingan dengan pembuluh xilem. Di antara berkas pembuluh xilem dan floem terdapat kambium pembuluh atau kambium fasis. Kambium fasis merupakan bagian yang memisahkan kulit kayu. Jika letak floem dan xilem berdampingan, maka tipe ikatan pembuluh tersebut dinamakan kolateral. Tipe kolateral dibagi menjadi dua, yaitu kolateral terbuka dan kolateral tertutup. Disebut kolateral terbuka jika ada kambium di antara floem dan xilem, sedangkan kolateral tertutup, jika di antara floem dan xilem tidak ada cambium Empulur merupakan jaringan parenkim yang berfungsi menyimpan cadangan makanan. Empulur ditemukan pada batang yang muda. Empulur tidak ditemukan pada batang yang telah tua, karena empulur makin hilang sejalan dengan pertambahan diameter batang.

Daun

Secara morfologis dan anatomi, daun merupakan organ tumbuhan yang paling bervariasi. Daun dapat dibedakan,menjadi beberapa bagian, yaitu pangkal daun, tangkai daun, dan helaian daun. Bentuk, struktur, dan ukuran daun pada tumbuhan berbeda-beda. Hal ini, digunakan untuk klasifikasi tumbuhan. Daun tersusun atas tiga tipe sistem jaringan, yaitu epidermis, mesofil, dan jaringan pembuluh. Daun berfungsi untuk transportasi dan menangkap cahaya untuk fotodintesis, yaitu perubahan energi matahari menjadi energi kimia. Jaringan penyusun daun meliputi epidermis, mesofil (parenkim) dan berkas pembuluh seperti tampak pada gambar berikut:

Organ Jaringan - Penampang Melintang Daun - Risnaldy
Gambar 3. Penampang Melintang Daun

Epidermis 

Epidermis daun tertutup oleh lapisan kutikula yang berfungsi untuk mencegah terjadinya penguapan yang terlalu besar.Pada epidermis terdapat stomata atau mulut daun yang berfungsi untuk melaksanakan fungsi pertukaran gas.

Mesofil

Mesofil terdiri atas jaringan palisade yang mempunyai banyak kloroplas dan jaringan bunga karang. Kedua jaringan tersebut banyak mengandung kloroplas sehingga menjadi tempat terjadinya fotosintetis. Jaringan palisade terletak langsung di bawah epidermis, tetapi kadang-kadang ada hipodermis di antara epidermis dan jaringan palisade.

Jaringan Pembuluh

Jaringan pembuluh pada daun terdapat pada tulang daun. Selain itu, pada daun terdapat urat-urat halus yang berperan sebagai pembuluh nadi yang membawa makanan ke seluruh tubuh. Tulang daun berfungsi untuk menguatkan daun. Selain itu, urat-urat daun pada tumbuhan berperan sebagai kerangka daun.

SIFAT TOTIPOTENSI PADA TUMBUHAN

Totipotensi yaitu kemampuan setiap sel tumbuhan untuk tumbuh menjadi individu baru yang sempurna. Pada tahun 1969, F. C. Steward mengadakan eksperimen dengan cara mengambil suatu sel empulur wortel, kemudian ditumbuhkan menjadi individu baru. Teknik ini dikenal dengan kultur jaringan. Kultur jaringan adalah teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman (seperti jaringan akar, batang, daun dana mata tunas), kemudian menumbuhkannya pada media buatan yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh (hormon) secara aseptik (steril), dalam wadah tertutup yang tembus cahaya (misalnya botol-botol kaca), pada suhu tertentu sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap.

Sel tumbuhan memiliki sifat totipotensi yang lebih besar daripada hewan. Sel-sel yang berasal dari akar, batang, dan daun dapat dikembangkan menjadi satu individu baru yang utuh. Akan tetapi, hal tersebut tidak berlaku bagi hewan. Sel-sel hewan tidak dapat ditumbuhkan menjadi individu baru. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, para ilmuwan akhirnya mengetahui bahwa jaringan parenkim memiliki sifat totipotensi yang sangat baik.

Jenis Kultur Jaringan

  1. Meristem culture yaitu teknik kultur jaringan dengan menggunakan eksplan dari jaringan muda atau meristem.
  2. Pollen culture/anther culture menggunakan eksplan dari pollen atau benang sari.
  3. Protoplast culture menggunakan eksplan dari protoplas (sel hidup yang telah dihilangkan dinding selnya).
  4. Chloroplast culture menggunakan eksplan kloroplas untuk tujuan perbaikan sifat tanaman dengan membuat varieta baru.
  5. Somatic cross atau silangan protoplasma yaitu menyilangkan dua macam protoplasma menjadi satu, kemudian dibudidayakan hingga menjadi tanaman yang mempunyai sifat baru.

Teknik Kultur Jaringan

Perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan meliputi beberapa tahap, yaitu:

Sterilisasi

Segala kegiatan pada kultur jaringan harus dilakukan di tempat yang steril, yaitu di laminar air flow cabinet dengan menggunakan alat-alat yang juga steril. Sterilisasi peralatan dapat dilakukan dengan pemanasan di dalam autoklaf serta pencelupan ke dalam etanol atau larutan kaporit. Sterilisasi eksplan dapat dilakukan dengan menggunakan alkohol, bahan pemutih pakaian, atau HgCl2. Laboran yang melakukan kultur jaringan juga harus membersihkan anggota tubuhnya sebelum bekerja.

Pembuatan Media

Komposisi media yang digunakan bergantung pada jenis tanaman yang akan dikultur. Media yang digunakan biasanya terdiri atas garam, mineral, vitamin, hormon dan bahan tambahan seperti agar-agar dan gula. Zat pengatur tumbuhan (hormon) yang ditambahkan bervariasi, baik jenis maupun jumlahnya, bergantung pada tujuan dari kultur jaringan yang dilakukan. Media yang digunakan juga harus disterilkan dengan cara dipanaskan menggunakan autoklaf. Media yang sudah jadi ditempatkan pada tabung reaksi atau botol-botol kaca.

Inisiasi

Inisiasi adalah pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang akan dikultur. Bagian tanaman yang sering digunakan adalah tunas.

Multiplikasi

Multiplikasi adalah kegiatan memperbanyak calon tanaman dengan menanam eksplan pada media. Kegiatan ini dilakukan di laminar air flow cabinet untuk menghindari adanya kontaminasi yang menyebabkan gagalnya pertumbuhan eksplan.

Pengakaran

Pengakaran adalah fase saat eksplan akan menunjukkan adanya pertumbuhan akar, yang menandai bahwa proses kultur jaringan yang dilakukan mulai berjalan dengan baik.

Aklimitasi

Aklimitasi adalah kegiatan memindahkan eksplan keluar dari ruangan aseptik ke bedeng. Pemindahan dilakukan secara hati-hati dan bertahap, yaitu dengan memberikan sungkup. sungkup digunakan untuk melindungi bibit dari udara luar dan serangan hama penyakit, karena bibit hasil kultur jaringan sangat rentan terhadap serangan hama penyakit dan udara luar.

Organ Tumbuhan - Teknik Kultur Jaringan - Risnaldy
Gambar 4. Teknik Kultur Jaringan

Manfaat Teknik Kultul Jaringan

Beberapa manfaat teknik kultur jaringan adalah sebagai berikut:

  1. Untuk menghasilkan tanaman baru dalam jumlah besar dalam waktu singkat dengan sifat dan kualitas sama dengan induknya.
  2. Mendapatkan tanaman yang bebas dari virus dan penyakit
  3. Menciptakan varietas baru, yaitu dengan cara menggabungkan plasma dari sel-sel yang berbeda dalam satu spesies lalu menumbuhkannya melalui kultur jaringan.
  4. Melestarikan jenis tanaman yang hampir punah.
  5. Mempertahankan keaslian sifat-sifat tanaman.

SOAL ORGAN TUMBUHAN

  1. Tuliskan bagian-bagian jaringan penyusun pada organ tumbuhan di bawah ini!
Soal Penampang Melintang - Risnaldy
  1. Mengapa bentuk jaringan epidermis pada daun sel-selnya kompak dan padat?
  2. Mengapa pada parenkim spons bentuk selnya tidak teratur dan banyak ruang interselulernya?
Soal Penampang Melintang Batang - Risnaldy
  1. Apakah yang membedakan batang dikotil dengan monokotil pada jaringan penyusunnya?
  2. Mengapa pada batang monokotil tipe berkas pengangkutnya disebut dengan kolateral tertutup sedangkan pada dikotil disebut kolateral terbuka?
BACA JUGA
Jaringan Tumbuhan – Jaringan Meristem
Jaringan Tumbuhan – Jaringan Permanen
Jaringan Tumbuhan – Jaringan Pengangkut, Sekretori, dan Gabus
PELAJARI BERBAGAI BIDANG ILMU
BIOLOGI
KIMIA
ABOUT US
Risnaldy.com
Merantaumerangkaiasa.online
Bagikan melalui:

2 komentar untuk “Jaringan Tumbuhan – Organ Tumbuhan”

    1. Jaringan pertumbuhan dibagi menjadi 5 untuk menjalankan fungsi yang berbeda beda yaitu:jaringan maristem,jaringan epidermis,jaringan pakenrim,jaringan penyokong,dan jaringan pengangkut.
      Organ adalah kumpulan jaringan yang secara bersama sama melakukan tugas tertentu.organ tumbuhan terdiri atas akar,batang,daun,bunga,dan buah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Risnaldy.com is protected!