Virus – Pencegahan dan Pengobatan Infeksi Virus

Bagikan melalui:
Infeksi Virus - Risnaldy
PELAJARI BERBAGAI BIDANG ILMU
BIOLOGI
KIMIA

Hubungan antara infeksi virus dengan gejala penyakit yang ditimbulkannya sering kali kurang jelas. Beberapa virus menghancurkan sel inang dengan menghasilkan enzim hidrolik. Ada yang menyebabkan sel inang memproduksi toksin yang menyebabkan gejala sakit. Ada pula virus yang memiliki toksin (racun) berupa selubung protein. Terkadang timbul gejala-gejala sementara yang mengiringi terjadinya infeksi virus misalnya demam, gatal-gatal dan radang. Hal ini terjadi sebagai upaya tubuh untuk melawan infeksi tersebut. Berikut pencegahan infeksi virus dan pengobatan infeksi virus.

KOMPETENSI DASAR
3.4 Menganalisis struktur, replikasi, dan peran virus dalam kehidupan
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI :
3.4.6 Menjelaskan pencegahan dan pengobatan infeksi virus

PENCEGAHAN INFEKSI VIRUS

Pada dasarnya, tubuh kita memiliki sistem imunitas. Namun, sistem imunitas yang ada terkadang tidak mampu melawan infeksi suatu jenis virus. Usaha pencegahan terhadap infeksi virus dapat dilakukan dengan cara pemberian vaksin, sedangkan pengobatannya dengan cara pemberian interferon dan kemoterapi antivirus.

Vaksin virus merupakan formula yang terbuat dari bagian tubuh virus, virus mati, atau virus hidup yang diinjeksikan ke dalam tubuh manusia guna memperoleh suatu sistem imunitas (kekebalan) secara alamiah. Pada tahun 1789, Edward Jenner menemukan vaksin cacar. Vaksin cacar disuntikkan ke jaringan bawah kulit (subkutan). Pada tahun 1952, Jonas Salk menemukan vaksin polio. Vaksin polio diberikan melalui mulut (oral). Vaksin virus dibedakan menjadi dua macam, yaitu vaksin virus mati dan vaksin virus hidup yang dilemahkan.

Vaksin Virus Mati

Vaksin virus mati dibuat dengan cara memurnikan sediaan virus melalui tahap-tahap tertentu dan merusak sedikit protein virus sehingga virus menjadi tidak aktif. Formalin dengan kadar rendah biasanya digunakan untuk merusak protein virus. Vaksin virus mati dapat merangsang pembentukan antibodi tubuh terhadap protein selubung virus sehingga meningkatkan daya resistensi tubuh.

Namun demikian, ada beberapa kelemahan penggunaan vaksin virus mati, antara lain sebagai berikut:

  1. Diperlukan ketelitian yang tinggi pada saat pembuatan vaksin untuk memastikan bahwa tidak ada virus yang virulen.
  2. Respons sel terhadap vaksin biasanya lemah.
  3. Imunitas yang diperoleh hanya bersifat sementara sehingga perlu dilakukan injeksi berulang kali.
  4. Dapat merangsang hipersensitivias pad infeksi berikutnya (menyebabkan terjadinya resistensi virus). Hal ini disebabkan adanya respons imun yang tidak seimbang terhadap antigen permukaan virus yang tidak sesuai dengan infeksi virus secara alamiah.

Vaksin Virus Hidup yang Dilemahkan

Vaksin virus hidup dibuat dari virus mutan yang memiliki antigen hampir sama dengan virus liar, tetapi memiliki kemapuan patogen yang sangat lemah. Pembuatan strain virus lemah pada awalnya dilakukan dengan cara memilih strain virus lemah secara alami pada biakan. Akan tetapi, kini pembuatan strain virus lemah dilakukan dengan cara manipulasi laboratorium agar terjadi perubahan genetik secara terencana.

Penggunaan vaksin virus hidup memiliki kelebihan dan kelemaham. Kelebihan penggunaan vaksin hidup, antara lain tubuh memperoleh imunitas seperti imunitas yang terjadi secara alamiah, karena virus akan bereproduksi terus sehingga memicu terbentuknya antibodi tubuh. Sementara kelemahan penggunaan vaksin hidup, antara lain sebagai berikut.

  1. Terjadi resiko virulensi balik yang lebih besar selama perkembangbiakan virus di dalam vaksin. Walaupun hal ini tidak terbukti sebagai masalah, tetapi potensi tetap ada.
  2. Penyimpanan dan keterbatasan hidup vaksin sebelum masa kedaluwarsa. Akan tetapi, masalah ini dapat diatasi dengan stabilisator virus, misalnya penambahan MgCl2 untuk vaksin polio.
  3. Terjadinya pencemaran virus lain di dalam vaksin.
  4. Adanya gangguan replikasi virus vaksin akibat adanya infeksi virus luar yang terjadi secara bersamaan, sehingga menyebabkan berkurangnya efektivitas vaksin.

Berikut pada tabel, vaksin utama untuk pencegahan penyakit akibat virus pada manusia.

PenyakitSumbar VaksinKondisi VirusCara Pemberian
PoliomielitisBiakan jaringan (ginjal monyet, sel diploid manusia)Dilemahkan Mulut (oral)
DimatikanSubkutan (injeksi)
CampakBiakan jaringan (embrio ayam)DilemahkanSubkutan (injeksi)
GondongBiakan jaringan (embrio ayam)DilemahkanSubkutan (injeksi)
RubelaBiakan jaringan (bebek, kelinci, sel diploid manusia)DilemahkanSubkutan (injeksi)
CacarBiakan jaringan pada limfe anak sapi/dombaVaksin hidupInterdermal: tekanan dan tusukan berkali-kali pada kulit
InfluenzaBentuk yang dimurnikan atau subunit cairan alantois embrio ayamDimatikanSubkutan/Intradermal (injeksi)
RabiesEmbrio bebek/sel diploid manusiaDimatikanSubkutan (injeksi)

PENGOBATAN INFEKSI VIRUS

Interferon

Interferon adalah protein yang dihasilkan oleh hewan atau sel biakan sebagai respons terhadap infeksi virus atau penginduksi lain dan berfungsi menghambat replikasi virus dalam suatu sel. Interferon mampu mengatur imunitas humoral, imunitas seluler, serta pertumbuhan sel, sehingga dapat digunakan untuk pertahanan pertama terhadap infeksi virus. Interferon diduga merupakan suatu kelompok hormon sitokin yang berperan dalam pengaturan pertumbuhan dan diferensiasi sel.

Kemoterapi Antivirus

Saat ini telah ditemukan beberapa senyawa antivirus yang dapat digunakan untuk pengobatan penyakit yang disebabkan oleh virus. Namun, penggunaannya hanya dalam keadaan tertentu karena dapat bersifat toksik (racun) bagi sel tubuh. Senyawa antivirus yang banyak digunakan merupakan analog nukleosida, antara lain zidovudin, zalzibatin, aksiklovir, gansiklovir, vidarabin, idoksuridin, trifluridin, bromovinildeoksiuridin, sitabarin, dan ribaririn. Senyawa lain yang juga terbukti mempunyai aktivitas antivirus, antara lain amantadin, asam fosfonoasetat, enviroksim, metisazon, dan arildon.

SOAL INFEKSI VIRUS

Lengkapilah tabel pencegahan dan pengobatan infeksi virus di bawah ini!

No.PeranPencegahanPengobatanPenjelasan
1.Formula yang terbuat dari bagian tubuh virus, virus mati, atau virus hidup yang diinjeksikan ke dalam tubuh manusia guna memperoleh suatu sistem imunitas (kekebalan) secara alamiah.
2.Interferon
3.Senyawa antivirus yang dapat digunakan untuk pengobatan penyakit yang disebabkan oleh virus. Namun, penggunaannya hanya dalam keadaan tertentu karena dapat bersifat toksik (racun) bagi sel tubuh.
BACA JUGA
Virus – Ciri-Ciri dan Struktur Virus
Virus – Replikasi Virus
Virus – Klasifikasi Virus
Virus – Peran Virus dalam Kehidupan
PELAJARI BERBAGAI BIDANG ILMU
BIOLOGI
KIMIA
ABOUT US
Risnaldy.com
Merantaumerangkaiasa.online
Bagikan melalui:

2 komentar untuk “Virus – Pencegahan dan Pengobatan Infeksi Virus”

    1. Pengobatan infeksi virus
      Pengobatan infeksi virus tergantung kepada jenis infeksi yang dialami pasien.beberapa infeksi virus,seperti infeksi virus pada sistem pernapasan dan pencernaan,umumnya tidak perlu ditangani,karena gejala akan hilang dengan sendirinya.namun demikian dokter akan meresepkan beberapa jenis obat,tergantung gejala yang dialami pasien.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Risnaldy.com is protected!